Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2011

Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI


Saya adalah anak negri yang terdampar di sebuah kabupaten kecil dan sadar akan hal ini  kabupatenku adalah salah satu dari sekian banyak kabupaten yang ku ketahui memiliki ketertinggalan dari minimnya SDM, pendidikan yang kurang memadai serta pemerintahan yang berjalan di tempat. Sebagai anak bangsa saya merasa memiliki hak untuk mengkritiki sesuatu yang terjadi dalam tubuh perkembangan kabupaten tempat dimana saya tumbuh dan berkembang  selama hampir seperempat abad. Mengkritiki tanpa bertindak adalah sama saja melakukan sesuatu tanpa ada hasilnya, saya sangat menyadarinya namun amat sangat di sayangkan jikalau  untuk mewujudkan keadaan yang yang lebih maju  itu tidaklah datang dari  seseorang tapi akan lebih baik tekad itu kita wujudkan bersama dengan usaha keras dan  mengelola kemampuan kita untuk berfikir lebih baik lagi membangun negri ini . Di negri Indonesiaku yang tercinta ini memang merupakan negri yang indah dengan berbagai macam hasil alam yang tentunya dapat kita olah untuk pembangunan dan perkembangan ekonomi bangsa. Adapun Berbagai macam aneka ragam kebudayaan peninggalan leluhur menambah pesona alam raya Indonesiaku. Ya Indonesiaku, Indonesia kita, milik kita bersama bukan individu !!
Menyorot masalah-masalah yang ada di tingkat kabupaten tentunya berkaitan erat dengan pemerintahan pusat yang berada di ibukota. Yang perlu saya angkat dari permasalahan secara global adalah masalah pendidikan yang ada di Indonesia karena menurut saya pendidikan di Indonesia khususnya di pedesaan masih belum dijamaah secara merata oleh pemerintahan . Karena pendidikan merupakan tolak ukur  untuk menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era globalisasi. Dengan adanya pendidikan memadai akan  menambah kesejahteran  bagi sebuah masyarakat yang bernanung  dibawah pemerintahan yang dicerminkan dalam sila kelima yaitu “keadilan  sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” . maksud dari kutipan saya adalah tentunya ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Jangan biarkan yang miskin tetap menjadi miskin tapi marti kita memberantas kemiskinan dengan memberikan fasilitas penunjang pendidikan di tempat-tempat terpencil. Perlu diketahui bahwa masyarakat  tentu di pimpin oleh wakil rakyat . Ya Dewan Perwakilan Daerah lah yang bertugas untuk menjalankan amanah mereka (rakyat) untuk menciptakan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyatnya .

Dari pemahaman saya tentang dunia politik Indonesia bahwa mereka yang tadinya adalah hanya “Calon” DPD memberikan atau melontarkan janji-janji manis mereka kepada seluruh masyarakat dengan berbagai slogan-slogan yang terpampang di segala penjuru jalan, iklan-iklan di televisi, radio dll untuk menarik simpati bagi masyarakat untuk memilih mereka sebagai wakil Rakyat yang nantinya diharapkan dapat memberikan perubahan yang berarti bagi kehidupan mereka. Negitu banyak bukti bahwa wakil rakyat yang terpilih dan kemudian dengan sengaja melupakan AMANAH yang seharusnya mereka wujudkan. Begitulah sedikit potret dari sekian banyak perilaku dan janji-janji manis wakil rakyat kita di bumi pertiwi ini.
Menelaah kejadian yang saya gambarkan sebelumnya, kali ini saya ingin memposisikan diri sebagai wakil rakyat. Jikalau saya menjadi Anggota DPD RI maka saya akan dengan bangga memikul beban yang memang sudah menjadi kewajiban saya sebagai Anggota DPD. Untuk itu saya akan memberikan sentuhan yang istimewa dalam wajah kependidikan di Indonesia. Saya akan memperhatikkan managemen kependidikan dari tingkat kelurahan atau desa karena menurut pandangan saya bahwasanya  pendidikan itu merupakan hal yang seharusnya menjadi perhatian utama .Saya akan memberikan bantuan pembangunan gedung-gedung sekolah serta perpustakaan di setiap sudut kota di Indonesia kita yang tercinta ini dan jika memungkinkan saya akan mendirikan bebrapa sekolah gratis di tempat-tempat terpencil.
 Selain pendidikan saya akan memberikan kesejatrehan  bagi anak jalanan dan membangun panti sosial bagi pengemis-pengemis yang biasanya beredar dijalanan yang di dalamnya terdapat pendidikan formal bagi mereka yang mampu secara akademik dan pendidikan non formal bagi mereka yang memiliki kelebihan dalam keterampilan menciptakan suatu produk yang nantinya bisa di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika pendidikan sudah tertanam dalam diri setiap individu saya sangat menjamin pendidikan mampu mengembangkan sektor-sektor lain di ranah kehidupan masyarakat Indonesia.

Senin, 14 Februari 2011

Pengertian Maulid Nabi


Banyak orang keliru dalam memahami hakikat Maulid Nabi Muhammad
Saw. Mereka, yang kami undang untuk itu dan kami dorong untuk
mengikutinya, menggambarkan Maulid Nabi itu dengan gambaran-
gambaran yang salah dengan melandaskan perkiraannya itu pada masalah-
masalah yang panjang dan diskusi-diskusi yang tidak karuan atau rancu.
Dengan acara-acara seperti itu mereka justru telah membuang-buang
waktu; begitu pula waktu yang terbuang dari para pembacanya. Itu semua
perbuatan sia-sia yang tidak ada manfaatnya, karena mereka telah
melakukan perkiraan dan pemahaman (deskripsi) yang salah.
 Berkenaan dengan Maulid Nabi ini, kami telah menulis beberapa buku dan
telah kami bahas berkali-kali secara baik-baik melalui siaran maupun
berbagai pertemuan umum. Dengan cara seperti itu, tampaklah pemahaman
dan pemaknaan kami mengenai Maulid Nabi yang mulia itu.
 Kami mengatakan, sebagaimana yang pernah kami katakan sebelumnya:
"Sesungguhnya berkumpul untuk (memperingati) Maulid Nabi Muhammad
Saw yang mulia itu hanyalah suatu kebiasaan; tidak termasuk ibadah". Inilah
yang kami yakini. Kami mengikuti dan menaati perintah Allah Swt dengan
cara demikian. Siapa pun berhak memberikan pemahaman yang ia sukai.
Sebab manusia adalah yang membenarkan dan membuktikan apa yang
dikatakannya tentang dirinya dan hakikat keyakinannya; bukan orang lain.
Dalam berbagai pertemuan kami selalu katakan bahwa "perkumpulan
dengan cara seperti (peringatan Maulid) itu hanyalah suatu kebiasaan atau
hal-hal biasa; bukan termasuk ibadah. Apakah setelah ini masih tersisa
pengingkaran dan penentangan bagi yang mengingkari dan menentang? Satu
hal yang pasti, musibah terbesar adalah bagi mereka yang tidak memahami
dan tidak mau paham. Oleh sebab itu, Imam Syafi'i berkata, "Tiada aku
mendebat orang alim kecuali aku mengalahkannya. Tetapi, tiada aku
mendebat orang bodoh kecuali ia mengalahkan aku."
 Sesungguhnya mahasiswa yang paling sedikit ilmunya mema­hami perbedaan
hakikat adat istiadat dengan hakikat ibadah. Jika ada yang berkata: "Ini
adalah suatu ibadah yang disyariatkan, lengkap dengan tata-caranya", maka
kami akan bertanya: "Mana dalilnya?" Dan jika ada yang berkata: "Ini hanya
suatu kebiasaan (tradisi)", kami katakan kepadanya: "Lakukanlah apa yang
anda sukai. Sebab, bahaya yang paling besar dan bencana dahsyat yang
kita takuti bersama adalah menggunakan baju ibadah pada sesuatu yang
dibuat-buat (bid'ah) dan tidak disyariatkan; sesuatu yang hanya merupakan
ijtihad manusia". Yang seperti inilah yang tidak kita sukai. Kita bahkan akan
memeranginya dan memperingatkan siapapun darinya.
 Alhasil, berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw
termasuk urusan biasa atau adat istiadat; bukan ibadah. Meskipun
demikian, itu merupakan kebiasaan yang bagus dan membawa manfaat
yang banyak. Mereka banyak mengambil faedah dari kegiatan tersebut.
Kegiatan yang membawa manfaat sungguh dianjurkan oleh syariat Islam.
 Diantara perkiraan dan pemahaman keliru sebagian orang itu adalah
adanya sangkaan bahwa mereka diundang mengikuti pertemuan dalam
rangka memperingati Maulid Nabi pada malam tertentu, bukan pada tahun
lainnya. Mereka, orang-orang yang lengah itu tidak mengetahui bahwa di
Mekah dan Madinah diadakan berbagai pertemuan untuk memperingati
Maulid Nabi Muhammad Saw dengan bentuk yang tidak sama pada setiap
hari dan hari-hari setiap tahunnya; juga tidak sama dalam berbagai
kesempatannya. Siapa pun yang mengikutinya senantiasa senang dan
bergembira. Tidak ada satu malam atau satu hari di Mekah dan Madinah
kecuali didapatkan adanya pertemuan untuk (memperingati) Maulid Nabi.
 Yang demikian ini diketahui oleh orang yang mengetahuinya. Tentu saja
banyak juga yang tidak mengetahuinya. Barang siapa mengira kami
memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw pada suatu malam tertentu,
dan meninggalkan Nabi atau melalaikannya selama tiga ratus sembilan puluh
lima hari lainnya, maka sungguh ia telah melakukan dusta besar. Sungguh ia
telah berbohong dengan kebohongan yang besar.
 Itulah majelis-majelis (untuk memperingati) Maulid Nabi yang selama ini
diadakan dengan berkah karunia Allah Swt dalam semua malam dari setiap
tahunnya. Tidak ada suatu malam atau suatu hari kecuali di situ ada
pertemuan dan perkumpulan untuk Maulid Nabi. Kami mempermaklumkan
bahwa pengkhususan pertemuan pada satu malam atau satu hari tanpa
malam / hari lainnya merupakan kedurhakaan terhadap Nabi Muhammad
Saw; itu menunjukkan ketidakcintaan kepadanya. Oleh sebab itu, kaum
Muslimin dengan segala puji hanya diperuntukkan kepada Allah
memperkenankan panggilan dan ajakan kami dengan penuh antusias dan
suka cita.
Siapa pun yang menuduh kami memperingati Maulid Nabi hanya di
Madinah Al-Munawwarah, sungguh ia bodoh atau pura-pura bodoh dari
kenyataan yang sebenamya. Kami hanya mendoakannya semoga Allah
menyinari mata hatinya dan menyingkapkan baju kebodohannya supaya ia
segera mengetahui bahwa pertemuan seperti itu bukan hanya diadakan
secara khusus di Madinah Munawwarah; juga bukan hanya dilakukan pada
satu malam tertentu pada bulan khusus. Yang benar, itu terjadi secara
umum, baik dari segi masa maupun tempatnya.
 Tak ada sesuatu pun yang benar dalam pikiran
jika berjalan di siang hari saja perlu penuntun.
 Alhasil, kita tidak menyatakan bahwa pertemuan dalam rangka
memperingati Maulid Nabi pada malam tertentu sebagai perbuatan sunnah.
Barang siapa memiliki keyakinan seperti itu, ia adalah pelaku bid'ah dalam
agama. Sebab, mengingat Nabi Muhammad Saw dan bergantung
kepadanya itu mesti dilakukan pada setiap waktu dan di mana pun kita
berada; juga mesti masuk ke dalam kalbu kita. Mungkin benar bahwa pada
bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw motivasi dan alasan untuk mengajak
manusia berkumpul itu lebih kuat, sebab perasaan mereka lebih hangat
dengan saling berkaitannya masa. Mereka dapat mengingat, pada waktu
sekarang, apa yang telah terjadi pada masa-masa lampau. Mereka pun
dapat memindahkan apa yang dapat dilihat dan mengaitkannya dengan yang
tidak terlihat.
Satu hal yang pasti, pertemuan-pertemuan dalam rangka Maulid Nabi itu
merupakan media dan momentum yang sangat bagus dan tepat untuk
berdakwah, mengajak manusia kepada jalan Allah. Kesempatan emas
seperti itu hendaklah tidak dilepaskan begitu saja. Itu justru menjadi
kewajiban para pendakwah dan ulama untuk lebih mengingatkan manusia
untuk mengenali Nabi Muhammad Saw; khususnya mengenai akhlak,
keadaan, sikap beliau ketika bergaul dengan masyarakat (mu'amalahnya),
dan segala bentuk ibadahnya. Para pendakwah dan ulama hendaklah
menasihati umatnya, membimbing mereka menuju keberuntungan dan
kebahagiaan yang sebenarnya, serta mengingatkan mereka supaya tidak
terjerumus ke dalam bencana, bahaya, bid'ah, dan fitnah.

Sesungguhnya kami dengan karunia dan rahmat Allah Swt mengajak ke
jalan seperti itu dan ikut serta di dalamnya. Kepada orang-orang kami
katakan: "Pertemuan-pertemuan atau per­kumpulan tersebut bukan sekadar
bertemu dan berkumpul. Pertemuan-pertemuan itu justru merupakan
perantaraan yang sangat bagus dan tepat menuju suatu tujuan mulia ...
Barang siapa tidak mengambil manfaat dari sesuatu bag! kepentingan
agamanya, ia terhalang dari kebaikan dan berkah (dari) kelahiran Nabi
Muhammad Saw".
 Kami tidak ingin berpanjang-panjang dengan menyebutkan berbagai dalil
dan argumentasi yang kami dapatkan dan kami simpulkan berkenaan
dengan tema ini. Kami mempunyai risalah khusus mengenai tema ini dengan
judul Haul Al-'Ihtifal bi Al-Maulid Al-Nabiy Al-Syaif, "Sekitar Pertemuan
dalam Rangka (Memperingati) Maulid Nabi Muhammad Saw." 
Copas From Keluarga_Islam

Jumat, 11 Februari 2011

Kampung Pewaris Budaya

Di danau Lugu yang spektakuler di sebelah barat daya Cina, ada sebuah desa Loushi,. desa tersebut merupakan berkumpulnya etnis minoritas Mosuo yang sejauh ini telah mendatangkan turis sebanyak 500-1000 orang setihan tahunnya, yang sebagian besar adalah orang cina serta turis lainnya, mereka datang bukan untukmelihat pemandangan. Politik seksual dan letak geografisnya berbeda dengan belahan dunia lainnya. Ada hal yang unik dari desa ini yakni , laki-laki tuduk pada perempuan, dan perempuanlah yang memengang kendali. "Berada di tangan perempuan artinya berada di tangan yang terbaik" ungkap salah seorang laki-laki mosno. secara tradisi, laki-laki  tidak memiliki apapun. Uang dan tanah diwariskan dari ibu kepada anak perempuannya. Laki-laki yang bekerja keras dan berjualan , sementara perempuan yang  yang melakukan pekerjaan inti seperti pekerjaan rumah tangga, bertani dan ada juga yang bekerja sebagai pemandu wisata dan penari bagi pengunjung yang datang. Perempuan Mosuo juga memegang peranan dalam hal seksual. Setiap malam sebagian dari mereka menampilkan tarian "walking marriage" yang menggambarkan tradisi mosuo akan free love, di sekeliling api unggun. Perempuan akan mengundang pasanganya untuk bermalam. Tengah malam ia akan datang di tempat tidurnya dan pergi sebelum matahari terbit tanpa adanya ikatan. Sementara banyak praktisi mengatakan bahwa perempuan mosuo terlalu bebas, namun sistem ini pada akhirnya sering menimbulakn monogami, di mana pasangan tidak akan berbagi tanah atau properti, meski sebagian besar dari mereka berbagi tempat tidur setiap malam selama bertahun-tahun. Saat kaum.saat kaum Maois berusaha untuk memasyarakatkan nilai-nilai yang dianut pada tahun 1960an dan 1970an – mengenal perkawinan gaya barat  merebut tanah dari perempuan tidak ada satupun laki-laki yang menyetujui hal itu. Merasa tertekan, beberapa warga berusaha untuk merubah tradisi mereka tapi hal ini tidak berlangsung lama. Tradisi Mosuo telah terbakar dan terlalu dicintai. Satu-satunya jalan menuju desa Loushi adalah dengan melewati jalan yang terjal dan becek saat musim hujan. Tetapi kini dengan banyaknya  guest house, kawasan ini semakin terkenal di semua kalangan. Sekarang etnis Mosuo memiliki tradisi, dan tidak mengenal kata “perang”. “perkosa” atau “penjara” - Suatu kata yang familiar di Negara lain yang didominasi peranan tertinggi.

Selasa, 01 Februari 2011

Kampung Pewaris Budaya

Nun jauh dikabupaten  Ogan llir, Plembang,Sumatera selatan terdapat  sebuah kampung. Kaum perempuannya terkenal sebagai penenun songket yang andal.. Keterampilan menenun  diwariskan secara turun menurun disana. Di kampung itu, sekitar 500 kepala keluarga menekuni usaha tenun songket. Tenun songket Sumatera selatan adalah kerajinana tradisionall yang telah menjadi ciri khas masyarakatnya.. Pada umumnya songket adalah hasil indusrti rumah tangga. Tenun songket biasa dipakai kaum perempuan dalam upacara perkawinan, resepsi resmi dan acara adat istiadat.. Songket adalah salah satu alat yang mampu meninjukkan strata Pemakainya. Tenun songket sumatera selatan  memang isimewa. Selain  ragam motifnya yang menarik, proses pembuatannyapun sangat cermat dan relatif lama. Sehelai kain tenun memakan waktu tiga sampai empat bulan.Mungkin karena itulah pekerjaan menenun lebih banyak di kerjakan oleh perempuan yang rata-rata lebih teliti dan sabar. Meskipun kahir-akhir ini kaum lelaki pun sudah mulai turun tangan menenun. Lalu apa keistimewaan kampung Ogan llir?? Sejak februari 2010 lalu , kampung ini di resmikan sebagai kampoeng BNI tenun Sumatera Selatan. Para perajin diberi bantuan  berupa kredit lunak sebesar Rp 1 Miliar  untuk seratus kepala keluarga.bantuan lain di wujudkan dalam bentuk pelatihan mengenai ragam motif, teknik melcelup, pewarnaan, dan teknin penenunan. Ini merupakan hasil kerjasama dengan Cita tenun Indonesia, kelompok pecinta tenun yang ingin melestarikan tenun sebagai warisan budaya. Jalan menuju desa di Ogan llir juga akan dibuka sehingga sentra-sentra tenun  disini lebih mudah diakses oleh orang luar. Pasalnya , meskipun songket tenun telah diakui di dunia, namun pemasarannya masih tersendat.. abupaten Ogan llir pun kini menjadi proyek percontohan di Indonesia agar tenun songket Sumatera Selatan semakin maju dan berkembang.

Sabtu, 29 Januari 2011

Multicultural perspectives In Indonesian Social Studies and Students' Prejudice Reduction

Multicultural perspectives may be be become a powerful element in the Indonesian social culture studies  curriculum to reduce student prejudice. Indonesian society is truly multicultural  society because it embraces many different cultural perspectives, like ethnicity, sex, social class, and language, so it's relevant for Indonesian school to implement the teaching of Multicultural perspective. through learning multicultural perspective, Indonesian students can learn their own cultural background as well as that or other ethnic groups in order to build their social and cultural understandings. Multicultural education should give students a respect and tolerance for all cultures and a belief in the intrinsic  worth of all of them. This will make it more possible for us to build a fairer and more equal society in Indonesia.
 the Basic Education for Reducing The Development of students prejudice democratic school environment, the teachers' role, school multicultural curriculum. Indonesian teachers can develop some instructional strategies which are appropriate to the possibilities and problems related to the prejudice and discrimination, such as a cooperative learning, a cognitive modification strategy, a simulation, and community action project.
this is about what I learned :-)

Senin, 24 Januari 2011

Cara Mengobati Migrain

Migrain adalah nyeri kepala berdenyut yang paling sering menyerang satu sisi kepala saja, kadang berpindah ke sisi sebelahnya, namun tak jarang pula mengenai kedua sisi kepala sekaligus. Sakit kepala ini seringkali disertai rasa mual dan muntah. Biasanya penderita akan sensitif terhadap cahaya, suara, bahkan bau-bauan.
Penyebab penyakit ini masih belum begitu jelas. Diperkirakan, adanya hiper aktifitas impuls listrik otak meningkatkan aliran darah di otak,akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi. Hal ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala yang lain, misalnya mual. Semakin berat inflamasi yang terjadi, semakin berat pula migrain yang diderita. Faktor genetik diketahui berperan terhadap timbulnya migrain.
Penyakit ini bisa sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.
Seperti yang dikutip dari Conectique, untuk melawan migrain, Anda bisa mengikuti beberapa cara alami berikut :
Jahe
Jahe juga berkhasiat untuk membantu mengurangi nyeri kepala Anda. Tanaman ini bertindak sebagai obat anti alergi dan juga anti radang, sehingga sangat efektif untuk mencegah migrain menjadi semakin bertambah buruk.
Omega 3
Omega 3 yang terdapat pada ikan, khususnya ikan salmon, juga terbukti efektif dalam melawan nyeri kepala akibat migrain.
Magnesium
Jenis makanan yang kaya akan magnesium seperti yang terdapat dalam jenis sayur bayam, kacang polong dan labu juga dapat mengurangi serangan migrain yang muncul tiba-tiba.
Vitamin B2
Asupan makanan kaya akan vitamin B2 dapat meningkatkan energi pada otak dan sel-sel otot. Sumber vitamin ini sama efektifnya dengan aspirin yang sudah Anda ketahui khasiatnya dalam mengurangi dan mengatasi migrain. Dipresumsikan bahwa vitamin B2 membantu mengurangi pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan migrain.
Kafein
Kafein efektif untuk mengurangi sakit kepala. Khasiatnya hampir sama dengan ibuprofen. Jika Anda mengkombinasikan keduanya, kafein dan ibuprofen maka akan mendapatkan hasil yang baik, namun perlu sangat hati-hati dengan dosis atau takarannya. Terkadang kafein juga bertanggung jawab atas munculnya rasa nyeri pada bagian kepala Anda.Kafein ini bisa Anda temukan pada kopi atau teh.
Konsumsi Karbohidrat
Mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat komplek. Kandungan zat ini banyak terdapat pada roti gandum, nasi dan pasta. Fungsinya adalah membantu memberikan energi yang tubuh Anda butuhkan, sehingga dapat membantu mengurangi intensitas munculnya migrain dan mencegahnya bertambah parah.
Aromaterapi
Cara lain yang terbilang ampuh untuk mengatasi migrain adalah dengan aromaterapi. Pilihlah aroma wewangian apel hijau yang diketahui efektif dalam mengurangi nyeri sakit kepala Anda

Sabtu, 01 Januari 2011

Tomorrow Is Another Day

On December 15, 1939, Rhett Butler and Scarlett O'Hara came alive on the movie screen. From the very first moment, people fell in love with a movie about life in the Old South. Based on Margareth Mitchell's 1936 novel, it is a story of  a self-centered young woman who struggles to live through the American civil war, but  then loses the only man she loves.Clark Gable was everyone's choice to Rhentt Butler. Thousand of people sent letters to the movie studio saying that clark Gable was not interest, but he had t o   take the part because he had a contract at the studio.It was more difficult for Selznick to find a female lead.. Everyone tested for the part, from lucille Ball to Joan Crawford. A young British actress named Vivien Leigh was in Hollywood visiting her boyfriend, the famous actor Lawrence Oliver. Selznick's brother Myron was Oliver's agent. When Myron Selznick met Vivien Leigh. he knew immediately that she would be the ideal Scarlett O'Hara. So he developed a plan. He arranged for her to meet David O. Selznick. for the meeting she wrote a large hat and green eye shadow. Myron introduced her to Davvid as Scarlett O'Hara. She got the part. The movie won eight Academy Awards, including best picture, best performance by an actress (Vivien Leigh), and best performance by a supporting actress (Hattie McDaniel, the first African-American actor to receive an Oscar). The movie's spectacular sets, romantic costumes, and dramatic music make it as popular today as it was more than fifty years ago.

Kamis, 30 Desember 2010

tentang MAHO

Manusia Homo lebih dikenal dengan  Gay atau Kata *Maho* rasanya bukan hal yang baru  dewasa ini,. banyak yang  mempertanyakan penyabab serta cara menyembuhkan homoseksual. karena kecintaan saya pada dunia psikologi saya merasa pantas untuk menulis sedikit ocehan pikiran saya tentang MAHO  yang saya dapat dari membaca beberapa artikel, buku, pengalaman teman dll yang  akan saya simpulkan dalam sebuah tulisan sederhana. Homo sendiri berasal dari kata Yunani yang berarti sama, dan seks yang berarti jenis kelamin. Istilah ini menunjukkan penyimpangan kebiasaan seksual seseorang penyuka sesama jenis , misalnya pria menyukai pria (Homoseksual)  penyebab homoseksual dianggap terkait dengan faktor lingkungan/pengasuhan (nurtural) didasarkan dari tinjauan agama, sebagaimana tertuang dalam kitab Suci Al Qur’an, surat Al A’raaf (Q.S;7, 80-81). itulah salah satu penyebab dimana seorang pria menyuka sesama jenisnya. Faktor Lingkungan  adalah  efek yang sangat besar seperti lingkungan pergaulan yg pertemanannya  lingkungan kerja yg berhubungan dengan dunia perempuan seperti  pekerja sebagai tata rias ataupun fashion design ( bukan berarti mereka yang bekerja pada bidang itu termaksud dalam kategori maho Lho) Kalau pengalaman seorang teman jauh saya ini adalah faktor lingkungan yang membawa dirinya menjadi seorang Maho.kami dipertemukan dalam sebuah Forum dan di situ dia dengan blak-blakan mengatakan kalau dia adalah seorang homo,. umurnya masih sekitar belasan tahun,.dijabarkan olehnya dia adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas A dimana jurusan yang ia ambil di dominasi oleh kaum adam. Dia mempunyai keinginan untuk mencintai wanita namun sayangnya setelah masuk dalam sebuah lingkup yang Notabene adalah lelaki dia pun terjerat dalam cinta terlarang itu,. dia mencintai lebih dari satu teman pria.,Saat ini dia dihadapkan dengan kebingungan karena dia ingin melupakan pria-pria yang ia cintai namun hal itu sangat sulit baginya, di lain pihak dia juga ingin lepas dari homo. saya sangat  salut dengan keberanian teman saya yang dengan sadar mengakui penyimpangan yang ia lakukan dan punya kemauan untuk merubah dirinya ( tentu sesuai kodratnya ) Cara menyembuhkan homoseksual menurut saya datang dari penderita itu sendiri ( maho) yang menyadari dia sedang berada dalam dunia yang salah,. ketika kesadaran itu sudah ia peroleh maka keyakinannya kepada Tuhan akan sangat membantunya untuk merubah pola dan tingkah lakunya karena apapaun masalahnya , sebesar apapun beban yang di pikul , seseorang harus percaya bahwa ia mampu mneyelesaikannya.merubah pola pergaulannya, membuka hati untuk menerima wanita dalam hidupnya serta  dorongan dari  keluarga, sahabat, teman sangat membantu kesembuhan seorang Maho menjadi lelaki yang  normal

Senin, 13 Desember 2010

Sex On Bike

Dari dulu saya sangat tertarik ingin membuat sebuah tulisan tentang tema di atas ( SOB  )  namun  baru saja terlaksana ( melihat semakin maraknya sex on bike ).. melihat fenomena di kalangan remaja saat ini saya mengangap hal ini pantas untuk diangkat sehingga menjadikan cermin untuk kita semua ( termaksud saya sendiri ) defenisi dari sex itu saya pikir sudah kita ketahui bersama yaitu yang berarti jenis kelamin yang mana terdiri atas 2 yaitu pria dan wanita.. On bike: pada sepeda tapi harap anda jangan salah tafsir karena yang dimaksudkan bukanlah sepeda ontel hehehe.. melainkan sepeda motor yang juga semakin marak di jalanan karena merupakan salah satu prioritas sebagai alat transportasi bagi pengguna jalan raya..langsung saja saya menceritakan pengalaman saya. Catatan bahwa pengalaman ini merupakan suatu peristiwa tanpa sengaja yang saya lihat dalam  kejadian SOB (sex On bike).. suatu ketidaksengajaan terjadi ketika pada sore hari  saya dan seorang teman pria saya yang pada saat itu hendak pergi ke  salah satu tempat nongkrong yg terletak di pusat kota Malang..dalam perjalanan kami  menjumpai lampu merah yg tentunya mengharuskan kami untuk berhenti, nah pada saat itu kendaraan cukup ramai baik yang beroda empat maupun beroda dua yakni sepeda motor,. Kebetulan  sepeda yang kami tumpangi berada persis di belakang sebuah sepeda automatic yang di gunakan oleh sepang remaja seumuran kami ( lelaki dan perempuan  ) dan tanpa saya duga  saya melihat dengan sangat jelas tangan sang perempuan itu memengang alat vital pacarnya yang sebelumnya hanya dilingkarkan di pinggang sang lelaki ( seperti kebayakan orang boncengan) entah mereka sadar atau tidak kalau mereka sedang diperhatikan beberapa pasang mata.. sontak saya merasa malu dengan teman pria saya, entah mengapa padahal bukan saya pelakunya hehehe.. mungkin karena pelakunya cewe kali yah…. Kok bisa gitu di tempat umum (lihat-lihat tempat kek) tapi Syukurnya  kejadian itu tak lebih dari 5 menit, lampu hijau telah menyelamatkan kami dari  pikiran kotor dan rasa sungkan saya pada  teman saya..ini hanya satu kesengajaan diatara sekian banyak kejadian SOB yg pernah saya temui di jalanan.. ciri-cirinya pun mudah untuk  di kenali ketika teman-teman sedang berada di jalan bias melihat perilaku SOB  : biasanya sang cowo yg membonceng ceweknya menggunakan jaket terbalik dan tahukah anda dibalik itu semua ada maksud terselubung apalagi pas jalanan lagi sepi hahahaha parah,… jalanan di jadikan tempat pacaran.dampak negative dari SOB itu sendiri akan mengakibatkan kemacetan lalu lintas kalau pasangan itu tak menyadari  jika mereka sedang berada di keramaian  dan bisa jadi karena keasikan ini , itu sehingga sang pria kehilangan kendali dalam mengendarai  sepeda motor so hati-hati bagi kita semua khusunya para remaja hehehe,,http://www.cute-smiley.com

Minggu, 12 Desember 2010

Minimnya Nilai Intelektual Mahasiswa

Di zaman sekarang banyak yang mempersoalkan  budaya membaca dan menulis  terutama pada masyarakat   akademis,  tidak hanya  di lingkup para siswa atau mahasiswa  tetapi terjadi  pula di kalangan pendidik. Sangat  ironis memang kebudayaan membaca dan menulis mulai di lupakan. Adapun opini yang lebih disoroti adalah  perilaku membaca dan menulis di kalangan mahasiswa. Mahasiswa yang dikenal sebagai  aktor inteletual
ternyata  sekarang  enggan berbudaya intelektual. Dari beberapa pengalaman tugas paper yang mengandalkan  copy-paste tanpa menganalisa dengan menggunakan pemikirin pribadi mahasiswa tersebut. Mahasiswa zaman sekarang menjadi  malas  membaca dan menulis  karena membaca akan  dilakukan ketika saat terjadi ujian.
 Budaya membaca sedikit banyak telah hilang dari peredaran aktivitas mahasiswa. Tak bisa dipungkiri  mahasiswa telah terjebak pada budaya-budaya nir-intelektual yang membuat Mahasiswa malas untuk berfikir dan dianggap sebagai generasi buta. Mahasiswa sebagai aktor intelektual seakan-akan  mulai terkikis .peran iron stock (cadangan keras) menyatakan  mahasiswa adalah calon-calon pemimpin bangsa yang kelak mengendalikan kepemimpinan di negeri ini. Mahasiswa harus terlibat secara intelektual dan emosional terhadap seluk beluk permasalahan bangsa saat ini. Dalam hal ini psikologi sangat diharapkan  sehingga  mahasiswa tidak jauh dari realitas bangsa. Mahasiswa harus merasakan permasalahan bangsa sekaligus memberikan kontribusi secara  intelektual dan emosional tidak mungkin tercapai jika tidak ada budaya membaca, menulis, dan juga diskusi sisi lain yang juga layak dipaparkan yakni budaya membaca  masih jauh ketinggalan. persoalan tentang  gerakan mahasiswa,  Kebiasaan mahasiswa yang lebih sering mengandalkan Demonstrasi, turun ke lapangan dan melakukan orasi dan  tuntutannya harus segera dirubah  ke pola pikir yang lebih rasional. Turun ke jalan memang diperlukan, tetapi jangan terjebak pada aksi-aksi brutal dilapangan.
Disamping membaca gerakan yang harus dimulai lagi  adalah dengan menulis karena budaya  budaya menulis masih sangat minim pada kalangan mahasiswa. Bisa dihitung seberapa banyak mahasiswa yang mempublikasikan tulisan mereka di media masa ataupun dalam bentuk buku.Diskusi di lingkup gerakan mahasiswa pun hanya terjadi beberapa kali dalam setahun. Ini menandakan  aktivis gerakan mahasiswa sedikit banyak suka turun ke jalan daripada menikmati pergumulan pemikiran.
Hampir di setiap gerakan mahasiswa, media jurnalistik kurang terurus dengan baik Dengan demikian,  mahasiswa harus menyadari bahwa budaya membaca dan menulis itu adalah pembebasa. Budaya Membaca dan Menulis harus lebih ditingkatan  meskipun tidak meninggalkan aksi demonstrasi sama sekali. Gerakan mahasiswa tidak melulu menampilkan aksi-aksi demonstrasi, tetapi juga menumbuh suburkan serta menggalakan budaya menulis untuk menyampaikan aspirasi dan pemikiran para mahasiswa. Gambaran di atas merupakan seonggok problematika mahasiswa zaman sekarang.Sekali lagi, hal tersebut diangkat sebagai pembentukan karakter dan semangat mahasiswa untuk membaca dan menulis. Perubahan merupakan bentuk dari kegelisahan terhadap mahsiswa tapi yang jelas membuka mata kita terhadap realitas kehidupan mahasiswa. Perubahan biasanya Minimal mahasiswa harus gelisah. Dari kegelisahan, mahasiswa akan lebih bertanggung  jawab untuk membangkitkan kembali “budaya-budaya intelektual yang hilang dari kebiasaan yang seharusnya. Budaya membaca dan menulis harus dijadikan sebagai bagian dari suatu kesenangan. Budaya yang berkembang dalam mahasiswa tidak luput juga dari budaya institusi kampus.jangankan untuk meningkatkan kualitas, untuk menjaring minat mahasiswa saja mereka dikejar target. Mungkin perlu ada penertiban atau standarisasi yang ketat dalam bidang pendidikan tinggi. Dengan membaca pula seseorang akan terbentuk kepribadianya menjadi lebih baik. Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani, mental, rohani, emosional maupun sosial. Semua ini telah ditatanya dalam caranya yang khas, di bawah beraneka pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dari tingkah lakunya dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana yang dikehendaki oleh masing-masing individu. Untuk lebih diketahui oleh mahasiswa khususnya Tingginya budaya gemar membaca, akanmengakibatkan meningkatnya minat membaca. Minat membaca ditunjukan dengan keinginan yang kuat untuk melakukan kegiatan tersubut. Mahasiswa lebih banyak  membaca dan meringkas isi buku yang dibaca  dan tulisan tersubut dikumpulkan ke dosen ataupun lebih bagus dipublikasikan minimal dimajalah kampus sehingga tulisan tersebut akan  terasa sangat bermakna bagi mahasiswa dan dengan sendirinya membaca merupakan keharusan yang tidak boleh terlupakan makna.Bila pengguna perpustakaan telah menggunakan atau memanfaatkan pelayanan perpustakaan secara optimal maka perpustakaan tersebut sudah berhasil mencapai tujuannya. Namun prestasi perpustakaan sesungguhnya tidak dapat lagi hanya diukur berdasarkan kekayaan koleksi dan jumlah pengunjung yang datang langsung ke perpustakaan, melainkan dapat diukur dari jumlah orang yang menggunakan layanan perpustakaan tersebut. Mereka (Mahasiswa)yang membiasakan diri dengan budaya tulisan tentu akan lahir menjadi manusia dengan pola
berfikir kritis dan analitis. Budaya membaca dan menulis dijadi bahagian gaya hidup (life style) mahasiswa, apalagi bagimahasiswa yang kuliah pada universitas yang tidak memiliki fasilitas, sarana dan prasarana pendukung sehingga bisa diandalkan dalam kompetisi pada bursa tenaga kerja. Fenomena dengan adanya budaya membaca  dan menulis dari gaya hidup mahasiswa teridentifikasi dari gaya hidup dan prilaku yang berkkesan gaya mahasiswa yang intelektual dengan gaya bahasa atau bicara penuh analitis dan kritis.

Kamis, 28 Oktober 2010

October 28 2010

Hari yang spesiaL seharusnya,,,,
namun sangat banyak yang sudaH melupakan tanggaL sejaraH,,.
yaitu hari sumpaH pemuda yang Layaknya disambut antusias oLeH masyarakat ,
khususnya untuk para pemuda/i generasi penerus bangsa,,.
sedikit mengaLami kemerosotan daLam haL yang satu Ini,.
bukan masaLah menjudge Para pemuda/i itu karena sebagaI pribadi yg mudi, aku menyadari
diriku salaH satu dari seaian banyak itu..
hadiah yang tidak kita inginkan dihari ini membuat duka seantero nusantara yang tercinta ini,.
bencana hadir dan meluluh lantahkan hidup sebagian dari tua  bahkan  yang muda  ,. tak seorangPun yang tau kaPan dia akan pergI meniggaLkan dunIa yg memang hanya bersifat tempat mampir ini,. seharusnya seperti apa dan bagaimana ????
kita sebagai bangsa penerus, lakukan yang terbaIk  untuk bangsa kita ini, hindari pertikaian, hiduP rukun antar sesama dan untuk muda/i semoga kedepannya kita mampu membawa amanat dari pahlawan  yg  telah berpuLuh tahun pergi meninggalkan tanaH air tercinta ini dengan sebuaH kemerdekaan yang patut untuk dirasakan oLeh generasi keLak

hmmm just..

hmmm just..
Belanda

gebLog sambiL FB